IBU yang tengah hamil hendaknya tidak menenggak minuman beralkohol, terutama saat kehamilan memasuki usia lima hingga sembilan minggu. Karena, konsentrasi alkohol tinggi pada darah bisa meningkatkan risiko melahirkan bayi sumbing. Demikian kesimpulan penelitian Dr Lisa A DeRoo dari Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan (NIEHS), Carolina Utara, AS.

Berdasarkan penelitian terhadap 1.336 perempuan Norwegia pada 1996 hingga 2002, terungkap bahwa perempuan hamil yang meminum minuman keras pada tiga bulan pertama usia kehamilan memiliki risiko dua kali lebih besar melahirkan bayi sumbing. Risiko itu bisa meningkat tiga kali lipat jika perempuan yang mengandung meminum minuman beralkohol tiga kali atau lebih pada usia kehamilan tiga bulan pertama.

DeRoo menjelaskan konsentrasi alkohol tinggi pada saat usia kehamilan muda itu akan memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan bibir ataupun langit-langit pada embrio janin sehingga bayi terlahir dalam kondisi bibir sumbing.

Site : http://info-narkotika.blogspot.com