SELAMAT DATANG DI BLOG-NYA FISIOTERAPIS INDONESIA..........................................................................SEMUA TENTANG FISIOTERAPI ADA DISINI

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI PASKA OPERASI SECTIO CAESARIA




        Proses persalinan merupakan proses pengeluaran janin dari uterus. Dalam proses ini, terkadang janin tidak  dapat dilahirkan secara spontan dikarenakan oleh beberapa faktor, yaitu adanya disporposi kepala panggul (DKP), gawat janin, dan lain-lain. Dalam keadaan ini perlu tindakan medis berupa sectio caesarea. Sectio caesarea ialah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus. Menurut Peal dan Chamberlina, indikasi untuk sectio caesarea adalah disproporsi panggul (21%) gawat janin (14%), plasenta previa (11%), pernah sectio caesarea (11%), kelainan letak (1%), ketuban pecah dini (11%), hipertensi (17%) dengan angka kematian ibu sebelum dikoreksi 17% dan sesudah dikoreksi 0,58%, sedangkan untuk kematian janin pada proses sectio caesarea adalah 14,5% (Sarwono, 1981).
        Dilihat dari segi fisioterapi terdapat beberapa permasalahan yang mungkin timbul akibat dari sectio caesare. Masalah yang mungkin terjadi antara lain timbul nyeri pada daerah incisi, penurunan kekuatan otot perut, penurunan elastis otot dasar panggul, penurunan elastis otot perut menurun. Kecenderungan untuk terjadi deep vein thrombosis, gangguan proses laktasi, gangguan aktivitas saat tidur miring, duduk, berdiri, dan gangguan dalam aktivitas sehari-hari misal mandi, buang air kecil (BAK), buang air besar(BAB).
         Nyeri dianggap sebagai proses normal suatu pertahanan tubuh, yang diperlukan untuk memberi tanda bahwa telah terjadi kerusakan jaringan (Nugroho, 2001). Pada pasien post sectio caesarea terjadi nyeri karena kerobekan jaringan pada dinding perut dan dinding uterus sehingga akan mengaktifkan 3 reseptor nyeri perifer dan menimbulkan proses mekanisme pertahanan tubuh.
         Disamping reaksi peradangan lokal, adanya nyeri juga akan mengaktifkan saraf-saraf simpatis dengan akibat timbulnya hiperaktif saraf simpatis (Nugroho, 2001).
         Melihat permasalahan yang ada, salah satu modalitas fisioterapi yang dapat diberikan adalah terapi latihan. Terapi latihan dengan active movement (post natal exercise).
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Tidak ada komentar: