SELAMAT DATANG DI BLOG-NYA FISIOTERAPIS INDONESIA..........................................................................SEMUA TENTANG FISIOTERAPI ADA DISINI

Setia Pada Komitmen

photo
Tak pernah terlintas sedikitpun di benak Wijonarko, bahwa ia akan terpeleset menjadi pecandu narkoba. Meski pola hidup sehat telah ia jalani dengan masuk perguruan silat Merpati Putih (MP), tetapi faktor pergaulan juga yang akhirnya ia terjerumus mencicipi barang haram tersebut. Namun pengalaman pahitnya tidak hanya itu, karena ia merasakan dinginnya kehidupan di dalam penjara.



Pengalaman getir dimasa lalunya itu akhirnya mengantarkan pria pemilik nama lengkap Wijonarko Para Komantoro untuk menyuarakan bahaya narkoba kepada masyarakat. Guna menyuarakan bahaya narkoba, Koko demikian biasa ia dipanggil aktif menjadi pengurus di sebuah LSM anti narkoba, Gerakan Rakyat Anti Madat (Geram).



Menurut pria kelahiran Jakarta, 2 Januari 1968 dan suami dari Irma Nursanti, mengaku dirinya akan tetap setia pada komitmen untuk menyuarakan tentang bahaya narkoba kepada masyarakat luas.



Koko kepada wartawan Tabloid SADAR menceritakan awal perkenalan dengan narkoba yang akhirnya menjerumuskan kehidupannya. Pertama kali narkoba yang ia konsumsi, yaitu berupa pil BK (argot untuk obat penenang, red.) pada tahun 1987. Namun pada tahun 1989, ia sempat berhenti mengkonsumsi obat anjing itu, lantaran tengah giat - giatnya mempersiapkan diri mengikuti kejuaraan silat Merpati Putih. Sayangnya hal itu tidak berlangsung lama, karena tahun 1995 ia jatuh lagi ke dalam pelukan narkoba dengan memakai putaw.



"Awalnya coba - coba pakai putaw. Namun pada saat itu perasaan ngga enak, mual, badan pegel-pegel dan meriang. Hal ini akibat dosis yang dipakai terlalu banyak, sehingga sering kena flu dan nggak sembuh-sembuh. Akhirnya aku pun sempat berobat ke dokter THT (Telinga Hidung Tenggorokan, red.)," tutur Koko.



Akibat flu yang dideritanya tak kunjung sembuh, Koko pun bercerita kepada kawannya. Salah seorang temannya itu bilang kalau dirinya tengah sakaw. Bahkan temannya tadi mengajak Koko untuk main ke rumahnya dan diobati penyakitnya.



"Terapi penyembuhan yang dilakukan teman itu ternyata aku dikasih putaw lagi, dan akhirnya sembuh. Namun sejak itu aku jadi nyandu lagi," kata anak kedua dari enam bersaudara. Menurutnya keinginan untuk lepas dari jerat narkoba bukan tidak ada dalam dirinya. Karena itu ia pun sempat menjalani proses penyembuhan di Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya pada tahun 1996 selama tiga bulan, meski setelah itu ia kembali lagi mengkonsumsi putaw.



Gagal di pesantren membuat keluarganya marah. Terlebih lagi orang tuanya ingin membuangnya jauh-jauh. Kedua orang tua begitu kecewa setelah mengetahui anaknya mengkonsumsi kembali narkoba. Bahkan kedua orang tuanya tersebut pernah mengeluarkan ucapan tidak punya anak seperti Koko, pun nggak apa - apa.



Diakui Koko, kalau dirinya belum sembuh dari ketergantungan narkoba ketika itu, lebih karena perilakunya yang "bandel". Pasalnya, Koko sendiri sangat supel dalam pergaulan dan tidak pernah pilih-pilih teman. Preman, pemabuk, tukang judi bahkan bandar narkoba pun dia dekati. Alhasil pada tahun 1999 ia ditangkap Satpam di pusat perbelanjaan Sarinah karena kedapatan sedang memakai putaw dan langsung digiring ke Polsek Menteng Jakarta Pusat. Episode selanjutnya, ia menjadi penghuni Hotel Prodeo (penjara) Salemba selama sepuluh bulan.



Kembali ke Jalan Allah



Bersyukurlah Koko, termasuk anak yang taat dalam beragama. Hal ini dikarenakan kedua orang tuanya telah mendidik dirinya dengan amat baik terutama dalam hal menjalani ibadah sudah mejadi kewajibannya sejak kecil. Meski kerikil ? kerikil kehidupan pernah menimpanya, ia tidak mau menyerah dan tetap bersyukur. Sebab hal itu bagian dalam proses perjalanan hidupnya yang telah digariskan oleh Tuhan. Kalau tidak ada campur tangan Sang Pencipta, mungkin kehidupan pria berkulit bersih ini akan binasa. Karena itu, Kokopun selalu bersyukur setiap hari.



Sementara kehidupan yang dijalaninya selama dipenjara dijadikan titik balik kearah perubahan yang lebih bermakna. Dibalik jeruji besi itu ketergantungan akan barang haram perlahan hilang. Ini semua lantaran ia banyak mengkoreksi diri dan selalu mengingat Allah.



?Ternyata kesembuhan itu datangnya dari diri sendiri serta support keluarga, namun yang tak kalah pentingnya selalu mengingat Sang Khalik dan mohon petunjuknya, ? papar Koko.



Diakui Koko, setalah keluar dari penjara tak pernah ada masyarakat yang benar ? benar mau langsung menerima kehadiran seorang mantan pecandu. Siapapun orangnya, apapun latar belakang yang dimilikinya, pasti pernah mengalami keterkucilan ketika kembali lagi ke lingkungannya. Pengalaman seperti itu yang yang pemah dialaminya.



"Contohnya, ketika saya main kerumah kawan, terus ada HP di meja, mereka buru-buru masukan kekantong celana. Mereka curiga tanpa alasan, seolah kehadiran saya dapat membahayakan untuk mengambil barang - barang miliknya, " kenangnya.



Tapi rintangan itu disikapi Koko dengan sangat wajar. la tidak marah, tersinggung, apalagi sampai mengurung diri. Cobaan dan tekanan dari masyarakat yang dialamatkan pada dirinya di buktikan dengan selalu membuka diri dan melakukan kegiatan positif bagi lingkungannya.



"Kenapa banyak mantan pecandu yang relaps lagi? Hal ini diakibatkan mereka belum bisa menerima perlakuan yang tidak mengenakan dari masyarakat, sehingga merasa tertekan dan akhirnya terjerumus lagi. Akhirnya mantan pencandu narkoba itu beranggapan hanya komunitas lamanya yang mau menerima kehadiran mereka," terangnya.



Berbagi Pengalaman



Dengan berniat membagi pengalamannya, Koko pun memutuskan untuk masuk ke dalam organisasi yang peduli terhadap pencegahan peredaran narkoba yaitu Geram (Gerakan Rakyat Anti Narkoba), melalui organisasi seperti ini, ia berharap masa lalunya dapat dijadikan pembelajaran bagi siapa saja, agar jangan pernah menyentuh narkoba. Kepedulian akan generasi muda inilah yang kemudian menggiringnya untuk memberikan edukasi pada masyarakat, terutama yang menyangkut penyalahgunaan narkoba dikalangan anak muda.



?Awalnya, saudara saya yang telah lebih dulu aktif di Geram mengajaknya bergabung. Karena saya sudah sembuh dan bertobat, kenapa tidak berbagi rasa serta pengalaman dan hal ini bukanlah aib,? ujarnya.



Semenjak aktif dalam pengurusan Geram pada tahun 2000 Koko telah banyak memberikan penyuluhan hingga ke strata masyarakat paling bawah. Ini dilakukan karena pada tingkat itu masih banyak masyarakat yang belum tahu jenis dan bahayanya narkoba. Bahkan ia pun kerap membantu orang - orang yang telah terjerumus dan ingin sembuh, namun karena keterbatasan pengetahuan dan biaya disarankan untuk dimasukan ke rehabilitasi gratis di Unit Pelayanan Terpadu Terapi dan Rehabilitasi Lakhar BNN Lido, Kabupaten Bogor dan Panti Rehabilitasi Galih Pakuan Bogor Jawa Barat.



la pun sempat berbagi pengalaman dengan mantan Kalakhar BNN Togar Sianipar. Pengalaman yang disampaikan itu mengenai rasanya sakaw, sakitnya seperti apa dan segala sesuatu tentang tidak enaknya menjadi seorang pecandu narkoba. Pengalaman - pengalaman tersebut kemudian dituangkan dalam sebuah buku.



Selain penyuluhan tentang bahaya narkoba, Koko pun turut memberikan pelatihan seperti budi daya tanaman hias kepada anak - anak jalanan. Tujuannya agar mereka lebih punya keahlian dan yang lebih penting dapat mengisi waktu dengan hal - hal positif.



Namun untuk, menjalani kegiatan yang mulai ini, Koko terbentur kendala, yaitu masalah pendanaan. Sehubungan dengan itu, ia berharap banyak adanya pihak yang mau mensponsori, sehinggga nantinya bisa dikembangkan menjadi bermacam - macam pelatihan lain yang sangat berguna.



Pada kesempatan itu, Koko mengajak masyarakat agar terus memerangi narkoba di lingkungan masing - masing. selain itu nilai spiritual dan komunikasi dalam keluarga harus ditingkatkan, karena hal itu bisa menjadi salah satu pemecah dalam kemelut yeng dihadapinya. Apalagi sudah lama masyarakat ini dimanjakan dengan nilai?nilai duniawi dan mengagungkannya.



Diakhir perbincangan dengan wartawan Tabloid SADAR, Koko menghimbau kepada para orang tua, jika ada anaknya yang terjerumus narkoba agar segera diselamatkan dan diobati, karena mereka korban yang harus ditolong dan ini bukan aib. Jadi mulai dari sekarang jauhi dirimu dan keluargamu dari narkoba.
Site : http://info-narkotika.blogspot.com
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Tidak ada komentar: