SELAMAT DATANG DI BLOG-NYA FISIOTERAPIS INDONESIA..........................................................................SEMUA TENTANG FISIOTERAPI ADA DISINI

Kanker Payudara Pada Pria

Kanker payudara pada pria adalah penyakit yang langka. Kurang dari 1% kanker payudara terjadi pada pria. Mungkin akan terlintas dalam pikiran kita : Pria tidak mempunyai payudara, bagaimana mereka bisa terkena kanker payudara? Yang benar adalah bahwa remaja laki-laki dan perempuan, pria dan wanita semua mempunyai jaringan payudara. 

Berbagai macam hormone pada wanita/gadis menstimulasi jaringan pada payudara sedemikian rupa sehingga membentuk payudara penuh. Sedangkan pada tubuh pria secara normal tidak ada stimulasi hormone pada payudara. Akibatnya jaringan payudaranya tetap kecil dan rata. Ada juga, sering kita lihat pria / anak laki-laki dengan ukuran payudara besar. Biasanya itu hanya karena gemuk. Tapi kadang ada beberapa pria jaringan kelenjar payudaranya tumbuh, itu disebabkan karena mereka menggunakan beberapa obat, pecandu alcohol, pengguna marijuana atau mempunyai tingkat hormone yang tidak normal.

Karena kanker payudara pada pria sangat jarang, beberapa kasus saat ini sedang dipelajari. Tapi apabila kasus-kasus itu dikumpulkan maka akan didapat hasil sebagai berikut , Tanda-tanda yang harus diwaspadai :
  1. Terasa benjolan di payudara
  2. Puting terasa sakit
  3. Puting berubah bentuk ( biasanya menekuk kedalam )
  4. Keluar cairan dari putting ( bisa bening atau darah )
  5. Nyeri pada puting atau areola ( area yang berwarna gelap didaerah puting )
  6. Pembesaran kelenjar getah bening dibawah lengan ( ketiak )
Perlu diingat bahwa pembesaran kedua payudara pada pria biasanya bukan kanker. Keadaan ini dalam kedokteran disebut gynecomastia.

Suatu studi tentang kanker payudara pada pria menemukan bahwa waktu yang diperlukan antara tanda-tanda awal hingga diagnose membutuhkan waktu 19 bulan, atau bisa lebih dari satu tahun. Ini mungkin disebabkan karena orang tidak menyangka / mengharap kanker payudara terjadi pada pria, sehingga sangat jarang yang terdeteksi dini. Jadi, seperti yang terjadi pada wanita juga, apabila terjadi perubahan yang mencolok pada payudaranya, pria juga sebaiknya segera ke dokter. Karena semakin cepat terdeteksi maka kemungkinan sembuh lebih besar.

Sangat perlu dimengerti, factor resiko kanker payudara pada pria, terutama karena pria tidak mengadakan screening/pemeriksaan secara rutin untuk tujuan mengetahui ada/ tidaknya kanker pada payudaranya. Hal ini karena tidak terpikir bahwa ini bisa terjadi. Akibatnya kanker payudara pada pria biasanya pada deteksi awal kebanyakan sudah mencapai stadium lanjut.
Dibawah ini adalah factor-faktor yang bisan menaikkan resiko pria terkena kanker payudara :

1. Usia,
Seperti juga pada wanita, usia bertambah resiko juga bertambah. Usia rata-rata pria yang didiagnose terkena kanker payudara adalah 67 tahun. Itu berarti bahwa separoh pria yang didiagnose terkena kanker payudara adalah berusia diatas 67 tahun. Dan setengahnya lagi dibawah usia itu.




2. Kadar Estrogen yang tinggi,
Sel payudara tumbuh, baik yang normal ataupun abnormal, itu distimulasi oleh adanya hormone estrogen. Pria bisa mempunyai level estrogen yang tinggi karena beberapa hal :
  • Menggunakan obat-obat hormonal
  • Terlalu gemuk, sehingga meningkatkan produksi hormone estrogen
  • Terexpose estrogen dari lingkungan ( misalnya berasal dari estrogen atau hormone lain yang digunakan untuk menggemukkan ternak sapi, campuran / turunan dari produk pestisida, yang menyerupai efek estrogen dalam tubuh )
  • Pecandu alcohol, yang dapat mengurangi fungsi lever dalam mengatur kadar estrogen dalam darah.
  • Mempunyai penyakit lever, yang biasanya mengakibatkan pada kadar endrogen ( hormone laki-laki ) yang rendah, sebaliknya kadar estrogen ( hormone wanita ) tinggi. Ini juga menaikkan resiko terjadi gynecomastia dan kanker payudara.
3. Klinefelter Syndrome
Mempunyai kadar hormone endrogen yang rendah dan kadar estrogen tinggi. Sehingga mempunyai resiko mendapatkan penyakit gynecomastia dan kanker payudara. Klinefelter syndrome adalah: kondisi yang terjadi saat lahir ( terjadinya,1 berbanding 1000 pria ). Normalnya laki-laki mempunyai kromosom X dan Y. Tapi, pria dengan syndrome ini mempunyai lebih dari satu kromosom X ( kadang empat ). Tanda-tanda syndrome ini adalah : Mempunyai kaki lebih panjang, suara tinggi, jenggot yang tipis dibandingkan rata-rata pria, mempunyai testis kecil daripada ukuran normal dan infertile ( tidak bisa memproduksi sperma )

4.
Mempunyai riwayat keluarga yang banyak menderita kanker payudara atau perubahan genetic
Riwayat keluarga dapat menaikkan resiko terkena kanker payudara, terutama apabila didalam keluarga ada pria yang terkena kanker payudara. Juga apabila terbukti adanya gen abnormal kanker payudara didalam riwayat keluarga. Pria yang mewarisi gen abnormal BRCA1 dan BRCA2 resiko terkena kanker payudara meningkat. Tapi bisa juga terjadi pada pria yang tidak mempunyai riwayat keluarga terkena kanker payudara dan tidak mewarisi gen abnormal tersebut.

5. Terpapar radiasi
Memperoleh terapi radiasi didada sebelum usia 30 tahun, khususnya semasa remaja, meningkatkan resiko terkena kanker payudara. Ini terlihat pada remaja-remaja pria yang memperoleh radiasi untuk pengobatan penyakit Hodgkin. ( Disini tidak termasuk terapi radiasi untuk pengobata kanker payudara ).
Untuk masalah diagnose dan pengobatan sama dengan kanker payudara pada wanita.

Diterjemahkan dari breast cancer.org
Sumber : http://kankerpayudara.wordpress.com/2008/01/06/kanker-payudara-pada-pria/
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Tidak ada komentar: