SELAMAT DATANG DI BLOG-NYA FISIOTERAPIS INDONESIA..........................................................................SEMUA TENTANG FISIOTERAPI ADA DISINI

Proses Pemeriksaan Fisioterapi Pada Glenohumeral Joint (Regio Shoulder Joint) Part I



Anatomi dan Kinesiologi

Glenohumeral joint merupakan sendi joint merupakan sendi yang paling mobil di tubuh kita. Glenohumeral joint termasuk sendi peluru dengan mangkok sendi yang sangat dangkal. Sendi ini mempunyai 3 derajat kebebasan yang memungkinkannya bergerak dalam tiga bidang gerak. Besarnya mobilitas sendi tersebut merugikan stabilitas. Oleh sebab itu tidak banyak jika banyak luksasi terjadi didalam sendi glenohumeral. Struktur-struktur bahu dari tulang yang terpenting adalah scapula, clavicula dan humerus. Acromion dan processus coracoideus serta ligamen coracoacromialis merupakan atap bahu, dan diantara atap bahu dan caput humeri terdapat suatu ruangan yang disebut ruangan subacromialis. Di dalam ruangan ini terdapat bursa subacromialis/subdeltoidea sementara bagian bawahnya terdapat perlekatan tendo otot supraspinatus, infraspinatus dan subscpularis.

Karena mangkok glenohumeral joint dangkal sementara lingkup gerakannya luas, maka yang berfungsi sebagai stabilisator aktifnya adalah aktifitas dari “rotator cuff” yang terdiri dari m. subscapularis, m. supraspinatus, m. infraspinatus dan m. teres minor. “Rotator cuff” selain sebagai stabilisator aktif juga sebagai penggerak, dengan demikian fungsi rotator cuff berkaitan dengan fungsi pemeliharaan sikap dan membuat gerakan sendi glenohumeral dan kaitannya dengan sikap tubuh dan gerak tubuh secara keseluruhan. Secara normal gerakan bahu terjadi secara halus dan terkoordinasi, dimana gerak pada masing-masing sendi dan kerja otot yang terkait pada shoulder complex terjadi secara sinkron. E.A Codman memilahkan masing-masing gerak yang terjadi pada humerus, scapula dan clavikula sebagai “scapulo humeral rhythm” sebagai berikut :

a. Tiap abduksi lengan 15 derajad terdiri dari komponen gerak abduksi glenohumeral 10 derajad dan rotasi scapula terhadap dinding toraks 5 derajad. Hal ini terjadi terus sepanjang abduksi bahu dengan pola halus dan ritmis.

b. Scapula hanya dapat rotasi 60 derajad dan gerakan humerus secara aktif mencapai 90 derajad. Untuk mencapai abduksi elevasi penuh diperlukan rotasi humerus keluar.

Jika terjadi deviasi pada glenohumeral joint (hipomobil), maka terjadi gerak scapula lebih awal yang dikenal sebagai reserve humeroscapular rhythm. Pada situasi seperti ini rotator cuff tidak terganggu, tetapi apabila sendi sternoclavikularis dan sendi akromioclavikularis hipomobilitas maka akan terjadi gerakan pada sendi glenohumeral secara lebih awak atau berlebihan, sehingga pada saat terjadi gerakan abduksi bahu, terjadi benturan pada tuberculum minus humeri yang dapat menyebabkan cidera pada tendon m. supraspinatus atau tendon m. infraspinatus. Sementara pada gerakan adduksi horizontal akan terjadi benturan antara humerus dengan processus coracoideus yang dapat menyebabkan cidera pada tendon m. subscapularis atau dapat menimbulkan regangan secara berlebihan pada m. infraspinatus.

Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Tidak ada komentar: