SELAMAT DATANG DI BLOG-NYA FISIOTERAPIS INDONESIA..........................................................................SEMUA TENTANG FISIOTERAPI ADA DISINI

Anemia (Kurang darah)

Anemia disebut juga penyakit kekurang darah. hal ini dikarenakan jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam darah berada dibawah batas normal, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh dengan jumlah yang sesuai.

Faktor Penyebab
Penyebab anemia sangat berfariasi namun secara umum sebagai berikut :
  1. Perdarahan hebat : Akut (Mendadak) seperti kasus kecelakaan, pembedahan, persalinan serta pecah pembuluh darah. Adapula yang sifatnya Kronik atau disebut juga menahun seperti pada perdarahan hidung, orang yang mengidap wasir (hemoroid), penyakit ulkus peptikum, kanker atau polip saluran pencernaan, tumor, ginjal dan perdarahan menstruasi yang sangat banyak.
  2. Berkurangnya pembentukan sel darah merah. Hal ini dikarenakan kekurangan zat besi, kekurangan vit-B12, kekurangan asam folat, kekurangan vit C, serta penyakit kronis.
  3. Meningkatnya penghancuran sel darah merah. disebabkan oleh pembesaran limpa, kerusakan mekanik pada sel darah merah, hemoglobinuria, dan thalasemia
Gejala Kurang Darah/ Anemia
Gejala yang ditimbulkan akibat pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhannya sangat berfariasi dari mulai sering merasa lelah, kurang tenaga, kepala terasa berputar atau pusing. Fase lanjutan, jika anemia tidak ditangani maka anemia semakin berat dan dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Diagnosa
Pada penentuan diagnosa anemia yang paling sederhana adalah dengan memeriksa tekanan darah sistol dan diastol, untuk lebih tepatnya kita sarankan cek darah lengkap karena kita dapat mengetahui persentase sel darah merah pada volume darah total (hematokrit) dan jumlah hemoglobinnya.



Untuk lebih lengkapnya teman-teman download aja Askep Anemia disini
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Pedoman Gizi Seimbang




Menu Seimbang
Hal ini perlu kita pahami dengan benar, karena pedoman umum gizi seimbang ini penting bagi ketahanan tubuh, terutama pada anak dalam masa tumbuh kembang. Ingat asupan gizi yang baik adalah masa depan bangsa kita.
Makanan yang mengandung gizi memiliki fungsi penting bagi tubuh kita. Salah satunya adalah :
  • Memelihara proses tubuh dalam pertumbuhan/perkembangan serta mengganti jaringan tubuh yang rusak.
  • Memperoleh energi guna melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan air, mineral dan cairan tubuh yang lain.
  • Berperan di dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit.


Nah maka dari itu apabila kita kurang mengkonsumsi makanan yang bergizi akibatnya tubuh kita tidak bisa memperbaiki sel-sel atau jaringan tubuh kita yang sudah rusak, apalagi pada anak dalam masa pertumbuhan sudah pasti tumbuh kembangnya akan terhambat.
Pedoman Gizi Seimbang
Untuk menanggulangi masalah status gizi kita juga perlu pedoman tentunya. Berikut ini pedoman gizinya :
  1. Agar badan tetap sehat, makanlah aneka ragam makanan.
  2. Makanlah makanan yang mengandung sumber karbohidrat, protein, lemak untuk memenuhi kecukupan energi (tenaga).
  3. Makanlah 3 - 4 piring nasi sehari, dengan lauk pauk, sayur dan buah atau bahan makanan penukarnya untuk memenuhi 1/2 dari kebutuhan energi.
  4. Batasi konsumsi lemak dan minyak secara berlebihan.
  5. Gunakan garam beryodium dalam semua menu makan sehari.
  6. Makanlah sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan karena mengandung zat besi agar badan tetap sehat dan bebas dari anemia (kurang darah).
  7. Minumlah tablet tambah darah / sirup FE, agar penyerapan besi dalam tubuh dapat maksimal.
  8. Berikan ASI saja pada bayi sampai berumur 6 bulan agar bayi sehat dan kebal penyakit.
  9. Biasakan makan pagi agar badan tetap sehat dan bugar.
  10. Minumlah air matang sekurang-kurangnya 8 gelas sehari.
  11. Lakukanlah olah raga secara teratur agar dapat mencagah kegemukan dan menguatkan jantung.
  12. Hindari minum minuman keras ber-alkohol agar tidak terkena penyakit berbahaya.
  13. Telitilah makanan yang dikemas (kaleng utuh & baik, tanggal kadaluarsa) dan bacalah label makanan agar kesehatan dapat dijamin dan terhindar dari bahaya.

Semoga Bermanfaat

    Alat Fisioterapi
    Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

    Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
    Share Artikel

    FISIOTERAPI PADA STROKE



    PERAN SERTA FISIOTERAPI PADA STROKE
    Dari Jowir (fisioterapis anda)



    Rehabilitasi stroke adalah program pemulihan pada kondisi stroke yang bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional pasien stroke, sehinga mereka mampu mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Program rehabilitasi ini bisa dibilang merupakan program yang tidaklah mudah, karena setelah stroke terkadang menyisakan kelumpuhan terutama pada sisi yang terkena, timbul nyeri, subluksasi pada bahu, pola jalan yang salah dan masih banyak kondisi yang perlu dievaluasi oleh fisioterapis.

    Fisioterapis dalam memulai rehabilitasi stroke ini harus disegerakan atau dalm istilahnya mendesak dimulai dari stadium akut. Fisioterapis harus mengevaluasi terlebih dahulu tentang apa yang tidak mampu pasien lakukan dan hasil akhir yang akan dicapai dari rehabilitasi stroke ini. Contoh ketidakmampuan yang dimiliki oleh pasien stroke adalah : kelemahan dan penurunan daya tahan otot, penurunan range of motion /luas gerak sendi, gangguan sensasi pada angota badan dan masalah pada pola jalannya. rehabilitasi stroke harus mengacu pada kondisi yang dialami pasien saat itu sehingga rencana untuk rehabilitasi ini lebih terarah dan efisien.
    Pada rehabilitasi stroke pasien akan belajar menggunakan anggota tubuh yang terkena stroke yang seringkali anggota tubuh ini jarang digunakan atau tidak digunakan sama sekali oleh pasien, sedangkan fisioterapis mengevaluasi apakah anggota tubuh yang terkena stroke tersebut fungsinya sama dengan kondisi sebelum stroke. Jika tidak maka fisioterapis akan mengajarkan bagaimana mengoptimalkan angota tubuh sisi yang terkena.

    Fisioterapis menggunakan program rehabilitasi ini untuk memastikan bahwa pasien benar-benar memakai anggota tubuh yang terkena stroke. Fisioterapis harus membuat latihan yang bertujuan mengoptimalkan anggota tubuh yang terkena tersebut, dengan cara menciptakan suatu aktivitas yang sederhana/mudah dipahami pasien dan mengacu pada kekurangan apa yang harus ditambahkan pada pasien. Terkadang perlu juga menciptakan suatu aktivitas dimana pasien tidak mengetahui bahwa sebenarnya latihan tersebut ditujukan untuk anggota tubuh yang lemah.
    Jika pasien kesulitan dalam melakukan gerakan aktif seuai dengan luas gerak sendinya maka fisioterapis dapat membantu memfasilitasi gerakan aktif tersebut. Karena dengan ketidakmampuan yang dimiliki oleh angota tubuh sisi yang terkena dalam melakukan fungsinya, kebanyakan pasien selalu menggunakan sisi yang sehat untuk melakukan aktivitas aktif. Dalam memberikan latihan seorang fisioterapis tidak saja terfokus pada sisi yang sakit saja tetapi sisi yang sehat juga harus dioptimalkan fungsinya, karena sisi yang sehat sangat menopang untuk program rehabilitasi.
    Penelitian terbaru menunjukkan fisioterapi dapat membantu meningkatkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional pasien stroke pada program rehabilitasi jika pasien melanjutkan program latihan tersebut secara teratur dirumah. Pasien akan belajar pola jalan yang benar, meningkatkan kekuatan ototnya, selain itu di program rehabilitasi ini mereka akan mendapatkan parogram latihan keseimbangan dan bagaimana cara memperbaiki postur ubuhnya dan latihan yang bagaimanakah yang dapat menghindarkan dari terjatuh.

    Ada bermacam-macam metode yang bisa ditawarkan fisioterapi untuk kasus ini, dan semua metode tersebut bertujuan mengembalikan kapasitas fisik dan fungsional anggota tubuh yang terkena stroke. Elektrikal stimulasi, hidroterapi dan beberapa metode yang lain bisa ditawarkan fisioterapis. Untuk itu rehabilitasi stroke tidak lengkap bila tidak ada campur tangan dari fisioterapi.

    Alat Fisioterapi
    Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

    Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
    Share Artikel

    STANDAR KOMPETENSI FISIOTERAPI

    Pendahuluan

    Fisioterapi sebagai salah satu profesi kesehatan dituntut untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional, efektif dan efisien. Hal ini disebabkan oleh karena pasien/klien fisioterapi secara penuh mempercayakan problematik atau permasalahan gangguan gerak dan fungsi yang dialaminya untuk mendapatkan pelayanan fisioterapi yang bermutu dan bertanggung jawab. Fisioterapi sebagai profesi mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk menetapkan hal-hal yang berkaitan dengan lingkup kegiatan profesi fisioterapi.
    Guna meningkatkan kinerja profesi fisioterapi salah satunya diperlukan standar profesi sebagai dasar setiap fisioterapis dalam menjalankan profesinya. Dengan demikian sebagai petunjuk dalam menjalankan profesi secara profesional perlu disusun suatu pedoman yang disebut “Standar Profesi Fisioterapi“, hal ini sesuai dengan Undang-Undang No. 23 tentang Kesehatan. Dimana dinyatakan bahwa setiap tenaga kesehatan termasuk fisioterapi berkewajiban untuk mematuhi standar profesinya.

    Standar Kompetensi Fisioterapi digambarkan dalam bentuk out put :
    • Apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh seorang fisioterapis?
    • Tingkat kesempurnaan pelaksanaan kerja seorang fisioterapis yang di harapkan.
    • Bagaimana menilai bahwa kemampuan seorang fisioterapis telah berada pada tingkat yang diharapkan

    Kompetensi

    Kompetensi berbahasa Inggris,Mampu membaca dan mengerti, berbicara dan berkomunikasi, menulis dengan benar minimal dalam bidangnya (fisioterapi)
    Kompetensi menggunakan komputer,Mampu mengakses data dan informasi dari tempat lain, termasuk informasi pengembangan profesi dan informasi lapangan kerja.
    Kompetensi etos kerja , disiplin, jujur, teliti, tanggung jawab, kematangan emosi
    Disiplin, terutama disiplin waktu sangat penting bagi perusahaan dalam melayani pelanggan.
    Kompetensi bekerjasama
    Kompetensi mengekspresikan diri
    Kompetensi Akademik :Kompetensi kognitif,Kompetensi afektif,Kompetensi psikomotor,Kompetensi Manajemen

    Manfaat Standar Kompetensi Fisioterapi
    untuk bidang industri dan masyarakat pengguna
    • Identifikasi keterampilan yang lebih baik sesuai dengan kebutuhan.
    • Membantu penilaian unjuk kerja.
    • Membantu rektruitmen tenaga kerja.
    • Dipakai untuk membuat uraian jabatan.
    • Membantu untuk mengembangkan program pelatihan yang spesifik.
    Untuk Institusi Pendidikan
     Memberikan informasi untuk pengembangan program dan kurikulum.
     Sebagai bahan acuan dalam menyelenggarakan pelatihan, penilaian dan sertifikasi.

    Unit Kompetensi Fisioterapi, meliputi :Analisa Ilmu sebagai dasar praktik.,Analisis dan Sintesis Kebutuhan Pasien/ Klien,Merumuskan diagnosa fisioterapi,Perencanaan Tindakan Fisioterapi,Intervensi Fisioterapi,Evaluasi dan re-evaluasi,Kemampuan komunikasi dan koordinasi yang efisien dan efektif,Pendidikan,Penerapan prinsip-prinsip manajemen dalam praktik fisioterapi,Melaksanakan penelitian,Tanggung jawab terhadap masyara-kat dan profesi

    Etika Fisioterapi Indonesia

    Fisioterapis dalam segala aktifitas professional dan pelayanan kepada individu dan masyarakat harus selalu menjaga citra profesi berdasarkan kode etik yang telah ditetapkan oleh organisasi profesi fisioterapi, menjunjung tinggi kehormatan profesi dalam setiap perbuatan dan dalam keadaan apapun, mematuhi peraturan dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh organisasi profesi.

    Garis Besar Kode Etik Fisioterapi Indonesia
    1. Menghargai hak dan martabat individu.
    2. Tidak bersikap diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada siapapun yang membutuhkan.
    3. Memberikan pelayanan professional secara jujur, berkompeten dan bertanggung jawab.
    4. Mengakui batasan dan kewenangan profesi dan hanya memberikan pelayanan dalam lingkup profesi fisioterapi.
    5. Menghargai hubungan multidisipliner dengan profesi pelayanan kesehatan lain dalam merawat pasien/klien.
    6. Menjaga rahasia pasien/klien yang dipercayakan kepadanya kecuali untuk kepentingan hukum/pengadilan
    7. Selalu memelihara standar kompetensi profesi fisioterapi dan selalu meningkatkan pengetahuan/ketrampilan.
    8. Memberikan kontribusi dalam perencanaan dan pengembangan pelayanan untuk meningkatkan derajat kesehatan individu dan masyarakat.
    .

    IV. PENUTUP

    Dalam melaksanakan intervensi profesi fisioterapi, tenaga fisioterapi Indonesia diharapkan dapat menjalankan profesinya sesuai dengan standar profesi fisioterapi yang telah ditetapkan. Standar profesi fisioterapi tersebut diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan profesi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh lembaga yang berwenang.

    Daftar Kepustakaan.

    1. Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan
    2. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah
    3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional
    4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
    5. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonomi
    6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 159b/Menkes/Per/II/1988 tentang Rumah Sakit;
    7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 104/Menkes/Per/II/1999 tentang Rehabilitasi Medik;
    8. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1363/Menkes/SK/XII/2001 tentang Registrasi dan Ijin Praktek Fisioterapis;
    9. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1457/Menkes/SK/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota;
    10. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 004/Menkes/SK/I/2003 tentang Kebijakan dan Strategi Desentralisasi Bidang Kesehatan;
    11. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 04/KEP/M.PAN/1/2004 Tentang Jabatan Fungsional Fisioterapis dan Angka Kreditnya;
    12. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 376/ Menkes/SK/III/2007Tentang Standar Profesi Fisioterapi;
    13. standar internasional yang dikeluarkan oleh World Confederation For Physical Therapy (WCPT)

    Alat Fisioterapi
    Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

    Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
    Share Artikel

    Free Download ratusan Ebook Fisioterapi

    Silahkan Download gratis ebook fisioterapi di bawah ini. Untuk mendownload ebook fisioterapi klik pada gambar lalu ikuti instruksi selanjutnya. Selamat mendownload, maju terus fisioterapi indonesia...
    Ebook ebook fisioterapi di bawah ini sangat berkelas, sayang jika anda lewatkan. Jika anda tidak mau repot mendownload satu per satu ebook fisioterapi ini, anda bisa mendapatkan DVDnya. Silahkan hubungi kami via sms/ telp ke nomer telp kami untuk order Ebook fisioterapi. Link-link yang kami sediakan suatu saat sudah tidak belaku lagi, segera dapatkan ebook ini.


    Traksi=
    Managing the Injured Athlete



    Traksi=
    Recent Advances in Physiotherapy

    Traksi=
    Neck&Back Pain ; Neurologic Clinics

    Traksi=
    Gait Disorders: Evaluation and Management
    Traksi=
    Brunnstrom's Clinical Kinesiology 5th

    Traksi=
    Casebook of Orthopedic Rehabilitation
    Traksi=
    Marketing for Physical Therapy Clinics

    Traksi=
    A Physical Therapy Reference Manual

    Traksi=
    Muscle Stretching in Manual Therapy


    Traksi=
    Current Pediatric Therapy

    Traksi=
    Current Therapy in Orthodontics

    Traksi=
    Manual Therapy

    Traksi=
    Muscle Stretching in Manual Therapy: A Clinical Manual: The Spinal Column and Tempro-mandibular Joint
    Traksi=
    Grieve's Modern Manual Therapy: The Vertebral Column


    Micro Wave Diatermi=
    Pocket Book of Neurological Physiotherapy

    Traksi=
    PNF in Practice-An Illustrated Guide

    Traksi=
    ABC_of_Spinal_Cord_Injuries

    Traksi=
    Acute Care Handbook for Physical Therapists 2nd

    Traksi=
    Dynamics of Human Gait (Second Edition)

    Traksi=
    Evidence-Based Management of Low Back Pain

    Traksi=
    Physical Therapy of the Shoulder (Clinics in Physical Therapy)

    Traksi=
    Assessment in Occupational Therapy and Physical Therapy

    Traksi=
    Manual Therapy Masterclasses-The Vertebral Column


    Traksi=
    Manual of Combined Movements



    Traksi=
    Positional Release Therapy

    Traksi=
    Clinical Massage Therapy

    Traksi=
    Deep Tissue Massage Treatment







    Short Wave Diatermi=
    Physiotherapy in Obstetrics and Gynaecology

    Traksi=
    Physical Therapy of Cerebral Palsy

    Traksi=
    Assessment and Treatment of Muscle Imbalance - The Janda Approach
    Traksi=
    Biomechanics Principles and Applications
    Traksi=
    Fundamental Orthopedic Management Traksi=
    Fundamentals of Biomechanics (Second Edition)
    Traksi=
    Gait Disorders: Evaluation and Management


    Traksi=
    Neuromuscular Rehabilitation in Manual and Physical Therapy, 2010

    Traksi=
    Postural Disorders and Musculoskeletal Dysfunction: Diagnosis, Prevention and Treatment
    Traksi=
    Musculoskeletal Manual Medicine

    Traksi=
    Geriatric Physical Therapy

    Traksi=
    Manual Therapy in Children

    Traksi=
    Physical Therapy of the Shoulder




    Klik tombol facebook dibawah ini untuk membagikan ebook fisioterapi gratis ini keteman teman fisioterapi anda. atau klik disini untuk mendapat ebook lebih banyak
    Alat Fisioterapi
    Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

    Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
    Share Artikel

    Artikel Fisioterapi : Gejala Atrofi Otot

    Artikel Fisioterapi : Atrophia terjadi karena tidak digunakannya atau kurangnya latihan fisik. Pada kebanyakan orang, atrofi otot disebabkan oleh tidak menggunakan otot secara cukup. Orang yang berpindah-pindah pekerjaan, kondisi medis yang membatasi gerakan mereka, atau penurunan tingkat aktivitas dapat mengalami gangguan ini.

    Selain itu, orang yang terbaring di tempat tidur orang falam jangka waktu tertentu dapat mengalami penurunan kekuatan otot. Demikian juga dengan para astronot yang jauh dari gravitasi bumi dapat mengalami gangguan ini.

    Gejala
    Tak mampu mengangkat beban atau gerak terbatas.

    Perawatan
    Program olahraga (di bawah bimbingan seorang terapis atau dokter) sangat dianjurkan, termasuk latihan dalam air untuk mengurangi beban kerja otot. Selain itu adalah mengkonsumsi makanan bergizi

    Tulang Rusuk

    Iga mengartikulasikan dengan tulang pada sendi kostovertebral dan costotransverse. Kepala tulang rusuk berartikulasi dengan perbatasan unggul dari tubuh vertebra yang sesuai dan dengan batas inferior tubuh vertebral berikutnya atas. Ujung kepala tulang rusuk (crista kapituli) adalah melekat pada disk intervertebralis oleh ligamen. Oleh karena itu ketiga tulang rusuk berartikulasi dengan tubuh dari T2 dan T3, dan melekat ke disk intervertebralis T2. Pengecualian aturan ini adalah tulang rusuk pertama, yang berartikulasi secara eksklusif dengan tubuh vertebra toraks pertama, dan dua terakhir rusuk mengambang, yang melekat hanya dengan syndesmosis ke prosesus transversus dasar dari vertebra toraks yang sesuai lalu.

    Gerakan tulang rusuk terjadi di sekitar sumbu berjalan dari kepala tulang rusuk melalui leher tulang iga ke sendi costotransverse. Dalam tulang belakang dada bagian atas, sumbu ini adalah horisontal di bidang frontal. Gerakan tentang sumbu ini menyebabkan dada naik dan turun dan sternum untuk menjalani gerakan memompa. Dalam tulang belakang dada rendah, sumbu berjalan di arah, miring laterodorsocaudal, dan menghasilkan sebuah gerakan mirip sayap. Pada tulang rusuk mengambang terakhir tidak ada gabungan, sehingga tidak akan ada pembatasan gerak yang di sini. Jika rasa sakit terjadi di sini adalah karena lampiran otot, terutama yang dari lumborum kuadratus. Artikulasi antara tulang rusuk dan tulang dada sering menyakitkan, ini juga adalah biasanya karena lampiran otot dengan TrPs pada otot pektoralis dan sisi tak sama panjang.

    Alat Fisioterapi
    Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

    Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
    Share Artikel

    Amubiasis



    Apa itu Amubiasis ?
    Amubiasis adalah penyakit usus yang biasanya ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh parasit mikroskopis yang disebut Entamoeba histolytica (E. histolytica). Parasit amuba, organisme bersel tunggal. Pada umumnya, parasit ini tinggal di usus besar seseorang tanpa menyebabkan gejala apapun. Akan tetapi terkadang, parasit ini menyerang lapisan usus besar, menyebabkan diare berdarah, sakit perut, kram, mual, kehilangan nafsu makan, atau demam.
    Amubiasis biasanya terjadi di daerah di mana kondisi kehidupan yang padat dan di mana ada kurangnya sanitasi yang memadai. Penyakit ini tersebar hampir di seluruh dunia terutama di negara berkembang yang berada di daerah tropis. Hal ini disebabkan karena faktor kepadatan penduduk, higiene individu, dan sanitasi lingkungan hidup serta kondisi sosial dan cultural yang menunjang.
    Tanda dan Gejala
    Pada anak-anak yang terserang amubiasis terkadang gejala tidak muncul sama sekali. Ketika anak-anak mulai sakit, mereka akan mengalami sakit perut yang dimulai secara bertahap, sering buang air besar atau dan konsistensi cair, kram, mual, dan hilangnya nafsu makan. Dalam beberapa kasus akan mengalami demam dan mungkin tinja bercampur berdarah.
    Bagi sebagian penderita, gejala amubiasis timbul beberapa hari atau bahkan sampai mingguan setelah menelan makanan atau air yang terkontaminasi oleh amuba tadi. Bahkan pada sebagian orang, gejalanya timbul setelah beberapa bulan kemudian bahkan tidak muncul sama sekali.
    Penularan
    Amubiasis ini dapat menular pada semua kalangan umur, khususnya pada orang yang tidak menjaga kebersihan diri dan sanitasi lingkungan yang kotor. Pada seseorang yang menderita amubiasis juga dapat menularkan infeksinya kepada orang lain yaitu melalui tinja. Ketika tinja yang terinfeksi tadi mencemari makanan atau air yang kita minum.
    Pencegahan
    Sampai saat ini tidak ada vaksin untuk mencegah amubiasis. Akan tetapi anda dapat mencegah penyakit ini dengan bersikap hati-hati tentang apa yang Anda makan dan minum, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dan jangan lupa cuci tangan sebelum dan sesudah makan pada air yang mengalir.
    Pengobatan
    • Emetin HCl 1 g/ kgBB/ hari untuk 10 hari
    • Chloroquine 10 g/kgBB/ hari untuk 21 hari
    • Metronidazole 50 g/ kgBB/ hari untuk 5 hari
    • Tetrasiklin 20 g – 40 g/ kgBB/ hari (sebaiknya tidak diberi untuk anak < 7 tahun)
      Alat Fisioterapi
      Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

      Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
      Share Artikel

      Gastritis


      Pengertian Gastritis
      Gastritis adalah peradangan atau inflamasi pada mukosa lambung sifatnya bisa berupa akut, kronik, difus atau lokal. penyakit gastritis ini paling banyak di jumpai di Klinik Penyakit dalam di Puskesmas dan menurut (Silvia & Wilson Pakar Patofisologi) Sekitar 80-90 % yang menderita penyakit gastritis akut dirawat di ICU.
      Biasanya tanda dan gejala yang sering ditemukan pada penderita gastritis yaitu rasa kembung, mual, muntah bahkan nyeri di daerah lambung sampai ke ulu hati.
      Etiologi Gastritis
      Penyebab gastritis dapat di bedakan sesuai dengan klasifikasi, yaitu sebagai berikut :
      • Gastritis Akut : pada gastritis akut ini penyebabnya adalah Obat-obatan analgetik, anti inflamasi terutama aspirin. Bahan kimia seperti alkohol, lisol, kafein, steroid, digitalis dan orang yang merokok.
      • Gastritis Kronik : penyebab dan patogenesis pada umumnya belum diketahui dan sering bersifat multifaktor pada akhir-akhir ini bahkan sering dikaitkan dengan kuman H.Pylori sebagai penyebab dari gastritis kronik
      Manifestasi Klinik Gastritis
      • Gastritis Akut : Yaitu Anorexia, mual, muntah, nyeri epigastrium, perdarahan saluran cerna pada hematemesis melena, tanda lebih lanjut yaitu anemia.
      • Gastritis Kronik : Kebanyakan klien tidak mempunyai keluhan, hanya sebagian kecil mengeluh nyeri ulu hati, anorexia, nausea, dan keluhan anemia dan pemeriksaan fisik tidak di jumpai kelainan.
      Patofisiologi
      • Gastritis Akut : Zat iritasi yang masuk kedalam lambung akan mengiritasi mukosa lambung. Jika mukosa lambung teriritasi ada dua hal yang akan terjadi :
      1. Karena terjadi iritasi mukosa lambung sebagai kompensasi lambung. Lambung akan meningkat sekresi mukosa yang berupa HCO3, di lambung HCO3 akan berikatan dengan NaCL sehingga menghasilkan HCI dan NaCO3. Hasil dari penyawaan tersebut akan meningkatkan asam lambung. Jika asam lambung meningkat maka akan meningkatkan mual muntah, maka akan terjadi gangguan nutrisi cairan & elektrolit.
      2. Iritasi mukosa lambung akan menyebabkan mukosa inflamasi, jika mukus yang dihasilkan dapat melindungi mukosa lambung dari kerusakan HCL maka akan terjadi hemostatis dan akhirnya akan terjadi penyembuhan tetapi jika mukus gagal melindungi mukosa lambung maka akan terjadi erosi pada mukosa lambung. Jika erosi ini terjadi dan sampai pada lapisan pembuluh darah maka akan terjadi perdarahan yang akan menyebabkan nyeri dan hypovolemik.
      • Gastritis Kronik : Gastritis kronik disebabkan oleh gastritis akut yang berulang sehingga terjadi iritasi mukosa lambung yang berulang-ulang dan terjadi penyembuhan yang tidak sempurna akibatnya akan terjadi atrhopi kelenjar epitel dan hilangnya sel pariental dan sel chief. Karena sel pariental dan sel chief hilang maka produksi HCL. Pepsin dan fungsi intinsik lainnya akan menurun dan dinding lambung juga menjadi tipis serta mukosanya rata, Gastritis itu bisa sembuh dan juga bisa terjadi perdarahan serta formasi ulser.
      Komplikasi Gastritis
      1. Komplikasi yang timbul pada Gastritis Akut, yaitu perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) berupa hemotemesis dan melena, berakhir dengan syock hemoragik, terjadi ulkus, kalau prosesnya hebat dan jarang terjadi perforasi.
      2. Komplikasi yang timbul Gastritis Kronik, yaitu gangguan penyerapan vitamin B 12, akibat kurang pencerapan, B 12 menyebabkan anemia pernesiosa, penyerapan besi terganggu dan penyempitan daerah antrum pylorus.
      Penatalaksanaan Medik Gastritis
      1. Gastritis Akut : Pemberian obat-obatan H2 blocking (Antagonis Reseptor H2). Inhibitor pompa proton, anti kolinergik dan antasid dan obat-obatan ulkus lambung lainnya. Fungsi obat tersebut untuk mengatur sekresi asam lambung.
      2. Gastritis Kronik : Pemberian obat-obatan atau pengobatan empiris berupa antasid
      Alat Fisioterapi
      Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

      Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
      Share Artikel