SELAMAT DATANG DI BLOG-NYA FISIOTERAPIS INDONESIA..........................................................................SEMUA TENTANG FISIOTERAPI ADA DISINI

Ikterus Neonatorum


Billirubin dalam darah mengalami proses dan berubah menjadi billirubin direct. Billirubin direct kemudian diekskresikan  ke usus dan sebagian dikeluarkan dalam bentuk billirubin direct dan sebagian lagi dalam bentuk sterkobilin, bila terjadi hambatan/gangguan dalam usus maka oleh pengaruh enzim B glukorodinasi billirubin sebagian dirubah menjadi billirubin indirect yang kemudian diserap ke sirkulasi darah.
Billirubin ini kemudian diangkut ke hepar untuk di proses lagi, pada janin sebagian billirubin ini diekskresikan ke plasenta. Pada BBL ekskresi melalui plasenta terputus sehingga masuk lagi ke hepar. Karena itu bila fungsi hepar belum sempurna/ terdapat gangguan, misal : hypoxia, kekurangan glukosa maka kadar billirubin indirect dalam darah meningkat yang dapat menimbulkan icterus.
A.    TANDA-TANDA
-            Timbul pada hari ke-2 dan ke-3
-            Kadar billirubin direct tidak melebihi 10 mg % pada neonatus cukup bulan dan 12,5 mg % pada neonatus kurang bulan.
-            Kecepatan peningkatan kadar billirubin tidak melebihi 5 mg % /hari.
-            Kadar billirubin direct tidak melebihi 1 mg %.
-             Icterus menghilang pada 10 hari pertama.
-            Tidak terbukti mempunyai hubungan dengan keadaan patologis.
B.     PENYEBAB
-          Penambahan volume sel darah
-          Umur sel darah merah janin yang pendek
-          Billirubin meningkat karena sel yang rusak
-          Meningkatnya reabsorpsi billirubin dari usus
-          Pemberian minum terlambat
C.    PENATALAKSANAAN
-          Pemberian ASI diteruskan
-          Bayi ditidurkan di dekat jendela untuk mendapatkan sinar matahari

ICTERUS PATOLOGIS

A.    Definisi
Adalah icterus yang mempunyai dasar patologis/kadar billirubin mencapai nilai yang disebut hyperbillirubinemia.
B.     Patofisiologi
Sama dengan icterus fisiologi.
C.     Tanda
-          Icterus terjadi 24 jam pertama
-          Kadar billirubin indirect melebihi 10 mg % /hari
-          Peningkatan billirubin lebih dari 5 mg % /hari
-          Icterus menetap sesudah 2 minggu pertama
-          Kadar billirubin indirect melebihi 1 mg %
-          Mempunyai hubungan dengan proses patologis
D.    PENYEBAB
-          Terjadi penghancuran eritrosit yang hebat
-          Fungsi hepar belum sempurna
-          Terlambat mengikat tali pusat
-          Hypoxia
E.     PENATALAKSANAAN
-          Berikan banyak minum ASI
-          Pemberian fototherapi
-          Pemberian plasma/albumin 1 gr/kg BB
-          Tranfusi tukar
-          Test diagnostik
Apabila bayi hari pertama sudah kuning dan 3 hari masih dalam keadaan kuning bayi segera dirujuk ke RS.


ASKEP PADA BAYI DENGAN ICTERUS NEONATORUM Download
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Tidak ada komentar: