SELAMAT DATANG DI BLOG-NYA FISIOTERAPIS INDONESIA..........................................................................SEMUA TENTANG FISIOTERAPI ADA DISINI

Alat Okupasi Terapi

Anda sedang mencari alat-alat okupasi terapi atau alat sensori integrasi, kunjungi websitenya di www.alatokupasiterapi-sensoriintegrasi.WebStarts.com


 alat okupasi terapi

Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Okupasi Terapi, Alat Sensori integrasi, , Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Alat Sensori integrasi, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori, Sikat Sensori
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Penyakit diabetes dan cara mengobatinya

Diabetes mellitus atau lebih dikenal dengan sebutan “penyakit kencing manis” di masyarakat merupakan salah satu penyakit “abadi” yang terus bermunculan penderitanya dalam kehidupan sehari-hari. Penyakit ini memberikan dampak yang luas bagi pasiennya, tidak hanya karena mengganggu kesehatan semata akibat berbagai komplikasi yang ditimbulkan, namun juga mempengaruhi kehidupan sosial. Faktanya, prevalensi diabetes mellitus secara global terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 1995, prevalensi diabetes mellitus di dunia mencapai 4,0% dan diperkirakan akan meningkat menjadi 5,4% pada tahun 2025. Sedangkan di negara berkembang (termasuk Indonesia), penderita diabetes mellitus pada tahun 1995 telah mencapai 84 juta pasien dan diprediksi akan melonjak hingga 228 juta pasien pada tahun 2025 nanti.
 
Definisi dan Klasifikasi Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan hiperglikemia kronik sebagai kelainan utamanya akibat adanya insufisiensi kerja insulin.4
Berdasarkan etiologinya, American Diabetes Association (2005) mengklasifikasikan diabetes mellitus menjadi empat tipe, yaitu:1,2
I.  Diabetes Mellitus Tipe 1
(destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut)
A.  Melalui proses imunologik
B.  Idiopatik
II.  Diabetes Mellitus Tipe 2
(bervariasi mulai yang predominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai yang predominan gangguan sekresi insulin bersama resistensi insulin)
III.    Diabetes Mellitus Tipe Lain
  • Defek genetik fungsi sel beta
  • Defek genetik kerja insulin
  • Penyakit eksokrin pankreas
  • Endokrinopati
  • Karena obat/zat kimia
  • Infeksi
  • Imunologi (jarang)
  • Sindroma genetik lain
  • Diabetes Kehamilan (Gestasional)

Manifestasi Klinis Diabetes Mellitus
Keluhan klasik dari diabetes mellitus meliputi empat hal, yaitu: poliuria, polidipsia, polifagia, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Keluhan lain yang juga dapat ditemukan pada pasien diabetes mellitus antara lain pasien merasakan lemah, gatal, kesemutan, pandangan kabur, serta adanya disfungsi ereksi pada pria ataupun pruritus vulva pada wanita.1,2   

Diagnosis Diabetes Mellitus
Dalam menegakkan diagnosis diabetes mellitus, patokan yang dijadikan acuan tentu saja adalah pemeriksaan glukosa darah. Dalam hal ini dikenal adanya istilah pemeriksaan penyaring dan uji diagnostik diabetes mellitus.1,2
 
Pemeriksaan Penyaring

Pemeriksaan penyaring ditujukan untuk mengidentifikasi kelompok yang tidak menunjukkan gejala diabetes mellitus tetapi memiliki resiko diabetes mellitus, yaitu: 1) Umur > 45 tahun, 2) Berat badan lebih (dengan kriteria: BBR > 110% BB idaman atau IMT >23 kg/m2), 3) Hipertensi (≥ 140/90 mmHg), 4) Terdapat riwayat diabetes mellitus dalam garis keturunan, 5) terdapat riwayat abortus berulang, melahirkan bayi cacat, atau BB lahir bayi > 4000 gram, 6) Kadar kolesterol HDL ≤ 35 mg/dl dan atau trigliserida ≥ 250 mg/dl.
 
Pemeriksaan penyaring dilakukan dengan memeriksa kadar gula darah sewaktu (GDS) atau gula darah puasa (GDP), yang selanjutnya dapat dilanjutkan dengan tes toleransi glukosa oral (TTGO) standar. Dari pemeriksaan GDS, disebut diabetes mellitus apabila didapatkan kadar GDS ≥ 200 mg/dl dari sampel plasma vena ataupun darah kapiler. Sedangkan pada pemeriksaan GDP, dikatakan sebagai diabetes mellitus apabila didapatkan kadar GDP ≥ 126 mg/dl dari sampel plasma vena atau ≥ 110 mg/dl dari sampel darah kapiler.
Uji Diagnostik
Uji diagnostik dikerjakan pada kelompok yang menunjukkan gejala atau tanda diabetes mellitus. Bagi yang mengalami gejala khas diabetes mellitus, kadar GDS ≥ 200 mg/dl atau GDP ≥ 126 mg/dl sudah cukup untuk menegakkan diagnosis diabetes mellitus. Sedangkan pada pasien yang tidak memperlihatkan gejala khas diabetes mellitus, apabila ditemukan kadar GDS atau GDP yang abnormal maka harus dilakukan pemeriksaan ulang GDS/GDP atau bila perlu dikonfirmasi pula dengan TTGO untuk mendapatkan sekali lagi angka abnormal yang merupakan kriteria diagnosis diabetes mellitus (GDP ≥ 126 mg/dl, GDS ≥ 200 mg/dl pada hari yang lain, atau TTGO ≥ 200 mg/dl).  
Pengobatan Diabetes Mellitus
Pengobatan diabetes mellitus sangat penting dalam menjaga kestabilan kadar gula darah pasien guna mencegah terjadinya berbagai komplikasi akut dan kronik. Hal tersebut dilakukan melalui empat pilar utama pengelolaan diabetes mellitus, yaitu:2,3
  1. Edukasi
    Berupa pendidikan dan latihan tentang pengetahuan pengelolaan penyakit diabetes mellitus bagi pasien dan keluarganya.
  2. Perencanaan makan
    Bertujuan untuk mempertahankan kadar normal glukosa darah dan lipid, nutrisi yang optimal, serta mencapai/mempertahankan berat badan ideal. Adapun komposisi makanan yang dianjurkan bagi pasien adalah sebagai berikut: karbohidrat 60-70%, lemak 20-25%, dan protein 10-15%.
  3. Latihan jasmani
    Berupa kegiatan jasmani sehari-hari (berjalan kaki ke pasar, berkebun, dan lain-lain) dan latihan jasmani teratur (3-4x/minggu selama ± 30 menit).
  4. Intervensi farmakologis
    Diberikan apabila target kadar glukosa darah belum bisa dicapai dengan perencanaan makan dan latihan jasmani. Intervensi farmakologis dapat berupa  Obat hipoglikemik oral/OHO (insulin sensitizing, insulin secretagogue, penghambat alfa glukosidase) dan Insulin, diberikan pada kondisi berikut:
  • Penurunan berat badan yang cepat
  • Hiperglikemia berat disertai ketosis
  • Ketoasidosis diabetik
  • Hiperglikemia hiperosmolar non ketotik
  • Hiperglikemia dengan asidosis laktat
  • Gagal dengan kombinasi OHO dosis hampir maksimal
  • Stress berat (infeksi sistemik, operasi besar, AMI, stroke)
  • Diabetes mellitus gestasional yang tak terkendali dengan perencanaan makanan,
  • Gangguan fungsi ginjal/hati yang berat
  • Kontraindikasi atau alergi OHO          
Daftar Pustaka

  1. Gustaviani, R., 2006. Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes Mellitus. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 1879.   
  2. Kurniawan, A., 2005. Current Review of Diabetes Mellitus. Kumpulan Makalah One Day Symposium an Update on the Management of Diabetes Mellitus, Panitia Pelantikan Dokter Baru Periode 151 Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Solo, 5.
  3. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, 2005. Diabetes Melitus. Standar Pelayanan Medik, PB PAPDI, Jakarta, 7.
  4. Soegondo, S. 2011. Diagnosis, Klasifikasi, dan Patofisiologi Diabetes Mellitus. Kumpulan Makalah Update Comprehensive Management of Diabetes Mellitus, Panitia Seminar Ilmiah Nasional Continuing Medical Education Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 11.

------------------------------------
Oleh: dr. Dimas Satya Hendarta
Staff Edukatif Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

Power By medicine.uii.ac.id
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Penyebab punggung kita terasa sakit

Pernahkah anda atau orang di sekitar anda mengalami nyeri punggung? Keluhan seperti ini memang sering ditemukan pada berbagai tempat pelayanan kesehatan dan dikeluhkan oleh pasien dengan berbagai profesi, mulai dari yang pegawai kantoran, buruh pabrik, kuli, petani, dan sebagainya. Dalam masyarakat kita, keluhan nyeri punggung sering dikenal dengan berbagai istilah, ada yang menyebut sebagai “nyeri boyok”, “kecethit”, “jimpe-jimpe”, dan lain-lain. Sedangkan di dunia medis, nyeri punggung biasa disebut low back pain atau LBP. Nyeri punggung merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan karena keluhan ini sangat mengganggu dan dapat menghambat produktivitas kerja seseorang.


Apa Penyebab Nyeri Punggung?
Sebenarnya apa penyebab munculnya nyeri punggung? Nyeri punggung dapat muncul sebagai akibat dari berbagai kelainan. Secara umum, ada empat keadaan yang sering memunculkan nyeri punggung, yaitu:
  1. Cedera tulang belakang
    Cedera tulang belakang (back injuries) sering muncul akibat beban berlebihan yang harus ditopang oleh punggung. Cedera tulang belakang dapat meliputi kerusakan otot dan jaringan lunak yang melekat pada tulang belakang sehingga menyebabkan kesakitan dan ketidakmampuan penderita untuk bekerja hingga beberapa minggu.       
  2. Herniasi tulang belakang
    Contoh kasus yang sering mucul dari keadaan ini adalah hernia nucleus pulposus (HNP) dengan gejala khas berupa nyeri punggung yang semakin berat saat beraktivitas, mengejan, batuk ataupun bersin. Pada perkembangannya nyeri punggung pada HNP juga dapat disertai dengan nyeri pinggul, paha, tungkai, dan gangguan saraf lain seperti rasa kesemutan atau rasa tebal pada kaki.        
  3. Penyakit tulang belakang
    Berbagai penyakit tulang belakang dapat menyebabkan gejala nyeri punggung pada penderitanya, contoh: penyakit degeneratif tulang belakang (spondilosis) yang disebabkan oleh perubahan struktur tulang belakang akibat faktor penambahan usia, ataupun infeksi pada tulang belakang (spondilitis) seperti spondilitis tuberkulosa yang merupakan kelanjutan dari penyakit TBC pada paru-paru.    
  4. Pergeseran tulang belakang
    Pergeseran tulang belakang (spondilolistesis) umumnya memberikan gejala berupa nyeri punggung bawah yang perlahan-lahan dirasakan makin berat, terutama bila pasien melakukan gerakan yang sifatnya menjauhi sumbu tubuh.

Bila Anda Mengalami Nyeri Punggung…
Jangan sembarangan melakukan pengobatan nyeri punggung karena hal tersebut justru dapat memperparah keluhan yang dirasakan. Apabila anda mengalami keluhan nyeri punggung yang tidak kunjung hilang dengan beristirahat, maka sebaiknya anda mulai berkonsultasi pada dokter anda.  Karena nyeri punggung dapat disebabkan oleh berbagai hal, maka penegakan diagnosisnya memerlukan berbagai evaluasi, mulai dari penggalian informasi kemungkinan penyebab (seperti riwayat trauma, kebiasaan, pekerjaan pasien, dan sebagainya), pemeriksaan fisik-neurologis, hingga berbagai pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium (darah lengkap, LED, serum), foto rontgen tulang belakang, MRI, mielografi, dan lain-lain.

Pengobatan nyeri punggung dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Umumnya pengobatan nyeri punggung dibedakan menjadi dua, yaitu: pengobatan konservatif (seperti fisioterapi, pemakaian korset, pemberian obat penghilang nyeri atau analgesic) dan tindakan operasi untuk kasus yang gagal diobati dengan metode konservatif atau terdapat kondisi-kondisi khusus yang mengharuskan operasi segera dilakukan.

Bagaimana Pencegahan Nyeri Punggung?
Nyeri punggung dapat dicegah dengan berbagai cara yang sederhana dan tiap orang dapat mulai membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk anda. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang belakang dan mecegah terjadinya nyeri punggung antara lain:
  1. Membiasakan Posisi Tubuh yang Benar Saat Bekerja
    Mayoritas cedera tulang belakang disebabkan oleh gerakan mengangkat yang tidak tepat. Hal ini dapat dikarenakan teknik mengangkat yang salah, yaitu dengan gerakan membungkuk atau memutar sehingga tumpuan berpusat di tulang belakang. Pencegahannya adalah dengan membiasakan mengangkat beban mulai dari gerakan jongkok terlebih dahulu kemudian mengangkat dengan posisi tubuh tegak agar tumpuan beban ada di kedua kaki dan menjaga beban sedekat mungkin dengan tubuh untuk mengurangi beban tulang belakang. Hal tersebut jauh lebih aman bagi kesehatan tulang belakang anda.              
  2. Menyesuaikan Kemampuan Tubuh Dengan Beban yang Diangkat
    Penyebab lain terjadinya cedera tulang belakang adalah akibat beban yang berlebihan sehingga melebihi kemampuan tubuh dalam menyangga (over load). Berhati-hatilah saat membawa atau mengangkat barang yang terlalu berat, terlalu besar, dan sulit untuk dipegang! Akan jauh lebih aman bagi anda untuk meminta bantuan orang lain atau menggunakan alat bantu saat menemui barang-barang tersebut dalam bekerja.  
  3. Menjaga Kebugaran Jasmani dan Kecukupan Gizi
    Menjaga kebugaran jasmani dapat dilakukan dengan olahraga yang teratur dengan takaran dan durasi yang cukup. Hal tersebut sangat bermanfaat dalam menambah kekuatan, kelenturan, dan daya tahan otot, serta meningkatkan kekuatan dan kepadatan tulang, selain tentunya mencegah pengeroposan tulang. Secara umum olahraga yang cukup dapat dilakukan dengan frekuensi 3-5 kali per minggu, durasi 20-40 menit, dengan gerakan yang banyak melibatkan otot-otot besar dan interval istirahat yang cukup. Sedangkan kebutuhan gizi diperlukan untuk mencukupi kebutuhan energi dalam bekerja dan memelihara kesehatan tulang belakang. Hal ini dapat dicapai dengan makan teratur 3x sehari dengan komposisi makanan yang cukup mengandung makro maupun mikro nutrien, dan minum air putih minimal 8 gelas sehari.     

------------------------------
dr. Dimas Satya Hendarta
Staff Edukatif Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

Power by medicine.uii.ac.id
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Pengertian demam tifoid

 Saya coba untuk sharing tentang demam tifoid yang ber narasumber di medicine.uii.ac.id,semoga artikel yang saya sebarkan lagi bermanfaat untuk pengunjung ...jangan lupa coment nya??

Salah satu penyakit infeksi sistemik akut yang banyak dijumpai di berbagai belahan dunia hingga saat ini adalah demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri gram negatif Salmonella typhi. Di Indonesia, demam tifoid lebih dikenal oleh masyarakat dengan istilah “penyakit tifus”.
Dalam empat dekade terakhir, demam tifoid telah menjadi masalah kesehatan global bagi masyarakat dunia. Diperkirakan angka kejadian penyakit ini mencapai 13-17 juta kasus di seluruh dunia dengan angka kematian mencapai 600.000 jiwa per tahun. Daerah endemik demam tifoid tersebar di berbagai benua, mulai dari Asia, Afrika, Amerika Selatan, Karibia, hingga Oceania. Sebagain besar kasus (80%) ditemukan di negara-negara berkembang, seperti Bangladesh, Laos, Nepal, Pakistan, India, Vietnam, dan termasuk Indonesia. Indonesia merupakan salah satu wilayah endemis demam tifoid dengan mayoritas angka kejadian terjadi pada kelompok umur 3-19 tahun (91% kasus).1,3,4 
Munculnya daerah endemik demam tifoid dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, peningkatan urbanisasi, rendahnya kualitas pelayanan kesehatan, kurangnya suplai air, buruknya sanitasi, dan tingkat resistensi antibiotik yang sensitif untuk bakteri Salmonella typhi, seperti kloramfenikol, ampisilin, trimetoprim, dan ciprofloxcacin.1

Penularan Salmonella typhi terutama terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Selain itu, transmisi Salmonella typhi juga dapat terjadi secara transplasental dari ibu hamil ke bayinya.4

Manifestasi Klinik dan Temuan Fisik 
Masa inkubasi Salmonella typhi antara 3-21 hari, tergantung dari status kesehatan dan kekebalan tubuh penderita. Pada fase awal penyakit, penderita demam tifoid selalu menderita demam dan banyak yang melaporkan bahwa demam terasa lebih tinggi saat sore atau malam hari dibandingkan pagi harinya. Ada juga yang menyebut karakteristik demam pada penyakit ini dengan istilah ”step ladder temperature chart”, yang ditandai dengan demam yang naik bertahap tiap hari, mencapai titik tertinggi pada akhir minggu pertama kemudian bertahan tinggi, dan selanjutnya akan turun perlahan pada minggu keempat bila tidak terdapat fokus infeksi.1,4

Gejala lain yang dapat menyertai demam tifoid adalah  malaise, pusing, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri perut, konstipasi, diare, myalgia, hingga delirium dan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan fisik, dapat ditemukan adanya lidah kotor (tampak putih di bagian tengah dan kemerahan di tepi dan ujung), hepatomegali, splenomegali, distensi abdominal, tenderness, bradikardia relatif, hingga ruam makulopapular berwarna merah muda, berdiameter 2-3 mm yang disebut dengan rose spot.2,4
Penegakan Diagnosis
Pada pemeriksaan darah tepi dapat ditemukan adanya penurunan kadar hemoglobin, trombositopenia, kenaikan LED, aneosinofilia, limfopenia, leukopenia, leukosit normal, hingga leukositosis.5  
Gold standard untuk menegakkan diagnosis demam tifoid adalah pemeriksaan kultur darah (biakan empedu) untuk Salmonella typhi. Pemeriksaan kultur darah biasanya akan memberikan hasil positif pada minggu pertama penyakit. Hal ini bahkan dapat ditemukan pada 80% pasien yang tidak diobati antibiotik. Pemeriksaan lain untuk demam tifoid adalah uji serologi Widal dan deteksi antibodi IgM Salmonella typhi dalam serum. 1,2,4
Uji serologi widal mendeteksi adanya antibodi aglutinasi terhadap antigen O yang berasal dari somatik dan antigen H yang berasal dari flagella Salmonella typhi. Diagnosis demam tifoid dapat ditegakkan apabila ditemukan titer O aglutinin sekali periksa mencapai ≥ 1/200 atau terdapat kenaikan 4 kali pada titer sepasang. Apabila hasil tes widal menunjukkan hasil negatif, maka hal tersebut tidak menyingkirkan kemungkinan diagnosis demam tifoid.4,5  

Penatalaksanaan
Hingga saat ini, kloramfenikol masih menjadi drug of choice bagi pengobatan demam tifoid di Indonesia. Dosis yang diberikan pada pasien dewasa adalah 4 x 500 mg hingga 7 hari bebas demam. Alternatif lain selain kloramfenikol, yaitu: tiamfenikol (4 x 500 mg), kotrimoksazol (2 x 2 tablet untuk 2 minggu), ampisilin atau amoksisilin (50-150 mg/kgBB selama 2 minggu), golongan sefalosporin generasi III (contoh: seftriakson 3-4 gram dalam dekstrosa 100 cc selama ½ jam per infus sekali sehari untuk 3-5 hari), dan golongan fluorokuinolon (contoh: ciprofloxcacin 2 x 500 mg/hari untuk 6 hari).5
Di Amerika Serikat, pemberian regimen ciprofloxcacin atau ceftriaxone menjadi first line bagi infeksi Salmonella typhi yang resisten terhadap kloramfenikol, ampisilin, trimethoprim-sulfamethoxazole, streptomycin, sulfonamides, atau tetrasiklin.1
Pada pasien anak, kloramfenikol diberikan dengan dosis 100 mg/kgBB/hari terbagi dalam 4 kali pemberian selama 10-14 hari. Regimen lain yang dapat diberikan pada anak, yaitu: ampisilin (200 mg/kgBB/hari terbagi dalam 4 kali pemberian IV), amoksisilin (100 mg/kgBB/hari terbagi dalam 4 kali pemberian PO), trimethoprim (10 mg/kg/hari) atau sulfametoksazol (50 mg/kg/hari) terbagi dalam 2 dosis, seftriakson 100 mg/kg/hari terbagi dalam 1 atau 2 dosis (maksimal 4 gram/hari) untuk 5-7 hari, dan sefotaksim 150-200 mg/kg/hari terbagi dalam 3-4 dosis.4

Pemberian steroid diindikasikan pada kasus toksik tifoid (disertai gangguan kesadaran dengan atau tanpa kelainan neurologis dan hasil pemeriksaan CSF dalam batas normal) atau pasien yang mengalami renjatan septik. Regimen yang dapat diberikan adalah deksamethasone dengan dosis 3x5 mg. Sedangkan pada pasien anak dapat digunakan deksametashone IV dengan dosis 3 mg/kg dalam 30 menit sebagai dosis awal yang dilanjutkan dengan 1 mg/kg tiap 6 jam hingga 48 jam. Pengobatan lainnya bersifat simtomatik.4,5      
Komplikasi
Salah satu komplikasi demam tifoid yang dapat terjadi pada pasien yang tidak mendapatkan pengobatan secara adekuat adalah perforasi dan perdarahan usus halus. Komplikasi ini sering terjadi pada minggu ketiga yang ditandai dengan suhu tubuh yang turun mendadak, adanya tanda-tanda syok dan perforasi intestinal seperti nyeri abdomen, defance muscular, redup hepar menghilang. Komplikasi lain yang dapat terjadi adalah pneumonia, miokarditis, hingga meningitis.2,4
Pencegahan
Pencegahan infeksi Salmonella typhi dapat dilakukan dengan penerapan pola hidup yang bersih dan sehat. Berbagai hal sederhana  namun efektif dapat mulai dibiasakan sejak dini oleh setiap orang untuk menjaga higientias pribadi dan lingkungan, seperti membiasakan cuci tangan dengan sabun sebelum makan atau menyentuh alat makan/minum, mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi yang sudah dimasak matang, menyimpan makanan dengan benar agar tidak dihinggapi lalat atau terkena debu, memilih tempat makan yang bersih dan memiliki sarana air memadai, membiasakan buang air di kamar mandi, serta mengatur pembuangan sampah agar tidak mencemari lingkungan.

Referensi

  1. Cammie F. Lesser, Samuel I. Miller, 2005. Salmonellosis. Harrison’s Principles of Internal Medicine (16th ed), 897-900.
  2. Chambers, H.F., 2006. Infectious Disease: Bacterial and Chlamydial. Current Medical Diagnosis and Treatment (45th ed), 1425-1426.
  3. Brusch, J.L., 2010, Typhoid Fever. http://emedicine.medscape.com/article/231135-overview.
  4. Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2008, Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis (2nd ed), Badan Penerbit IDAI, Jakarta.
  5. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, 2006, Standar Pelayanan Medik, PB PABDI, Jakarta.
------------------------------------
Oleh: dr. Dimas Satya Hendarta
Staff Edukatif Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia  
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Konsultasi kesehatan

SAYA BUKAN MANUSIA SEMPURNA SEPERTI ANDA
SAYA HANYA MANUSIA BIASA,YANG HANYA BISA BELAJAR DAN TERUS BELAJAR

"UNTUK ANDA YANG MENDAPAT MASALAH DI KESEHATAN TUBUH KHUSUSNYA WANITA
SILAHKAN BERKOMENTAR DI POSTING INI,SIAPA TAU ADA SALAH SATU DARI KITA YANG BISA MEMBANTU"



MAJU TERUS WANITA INDONESIA



ANA TARDIANA AND IKA KARTIKA
                     (OWNER)
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Waktu normal keluar haid

Haid terkadang datang tidak teratur pada seorang wanita,dan membuat bingung dan cemas "kenapa saya tidak haid" banyak pertanyaan yang terdapat pada benak wanita tentang datangnya haid
Untuk yang masih merasa bingung tentang jadawal normal datangnya haid pada anda ,saya akan mencoba sedikit sharing artkel tentang kendala di atas......
selamat membaca   !!!!!!!
(yang pengen menyebar luaskan artikel di bawah ini "jangan lupa memberi tautan/link ke blog ini)

Siklus menstruasi normalnya berkisar antara 21-35 hari dan berlangsung selama 3-7 hari.   Adapun siklus menstruasi tidak teratur umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal, yang dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, antara lain:
  • Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Pasien dengan indeks massa tubuh (IMT) > 30 (obesitas)
  • Malnutrisi (kurang gizi)
  • Stres psikologis
  • Atlet
  • Kekurangan vitamin K
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Kelainan pembekuan darah
  • Gangguan hormon tiroid
  • Dan lain sebagainya
 


Selain gangguan hormonal, dapat juga terjadi gangguan organ kandungan. Untuk memastikannya, dapat dilakukan pemeriksaan USG kandungan.
Untuk mengatasinya, cobalah beberapa tips dibawah:

  • Hindari Aktifitas Fisik yang Berat
Terlalu lelah adalah salah satu penyebab utama terlambatnya proses siklus haid. Hal ini karena tubuh membutuhkan sejumlah energi untuk meneruskan proses menstruasi secara teratur. Ketika jumlah energi habis karena adanya aktifitas yang berat, maka haid tidak datang tepat pada waktunya. Dan ketika siklus tidak lancar, maka sindrom pra-menstruasi datang mengancam. Untuk itu hindarilah kelelahan berlebihan.
Tubuh setiap manusia memiliki ambang lelah yang berbeda-beda, tergantung dari ketahanan stamina tubuh seseorang. Stamina dapat dilatih dengan berolahraga secara teratur Untuk memulai, cobalah jogging selama 15 menit dahulu, kemudian dilatih untuk menambah waktu minimal hingga 30 menit sehari.

  • Hindari Stres
Di atas batang otak manusia, terdapat satu struktur yang disebut hipotalamus. Hipotalamus memiliki beberapa fungsi dan yang terpenting adalah menghubungkan sistem saraf dengan kelenjar endokrin melalui kelenjar hipofisis atau pituitasi. Hipotalamus mengatur berbagai tingkatan hormon, termasuk hormon-hormon reproduksi wanita, yaitu esterogen dan progesteron.
Bila seorang wanita berada pada tekanan mental ekstrim seperti stres, maka produksi esterogen dan progesteronnya akan terganggu. Ketidakseimbangan ini dapat  menyebabkan siklus haid tidak teratur.
Sama dengan stamina, ambang stres setiap orang juga berbeda- beda tergantung dari ketahanan jiwanya. Ketahanan jiwa berhubungan dengan tubuh yang sehat. Oleh karena itu, dengan melatih tubuh berolahraga teratur, tubuh akan menjadi lebih segar dan memiliki stamina yang baik sehingga tidak mudah terserang stres.

  • Asupan Gizi
Asupan nutrisi tepat untuk kebutuhan gizi tubuh sangat diperlukan. Karena status kualitas dari asupan nutrisi dan gizi mempengaruhi kinerja kelenjar hipotalamus yang memiliki peran mengendalikan kelancaran siklus haid yang ada.


Hindari minuman bersoda, minuman keras apalagi rokok. Mulailah dengan menjaga pola makan yang berkualitas. Yang penting bukan kuantitasnya, tapi kualitas nutrisi yang ada di setiap makanan atau minuman. Mulailah mengonsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan segar, sayur, gandum dan tinggalkan junk food dan makanan berlemak.Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas,Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Stres Bisa membuat Perut Selalu Lapar



Khaidirmuhaj.blogspot.com - Jangan buru-buru mencari makanan jika
perut Anda sering terasa lapar. Coba teliti kembali apakah belakangan
ini Anda sedang menghadapi beban pekerjaan atau masalah. Stres
diketahui bisa menyebabkan perut sering kelaparan. Bukankah ketika kita
sedang stres karena masalah pekerjaan atau pribadi, kita kerap mencari
camilan atau makanan. Memang ada juga orang yang
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Konsep Dasar Keperawatan

1. Proses Keperawatan didasarkan pada suatu teori ilmu yang sangat luas.
Proses Keperawatan :
  • Metode
  • Dimana suatu konsep diterapkan dalam praktik keperawatan
  • Disebut juga sebagai suatu pendekatan Problem-Solving yang memerlukan ilmu, teknik dan keterampilan interpersonal dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga.
  • Proses Keperawatan terdiri atas 5 tahapan yang saling berhubungan :
  1. Pengkajian
  2. Diagnosis
  3. Perencanaan
  4. Pelaksanaan
  5. Dan Evaluasi
  • Lima tahap tersebut berintegrasi terhadap fungsi intelektual Problem-Solving dalam mendefinisikan suatu tindakan keperawatan.
2. Tujuan
  • Proses Keperawatan secara umum adalah untuk membuat suatu kerangka konsep berdasarkan kebutuhan individu, klien, keluarga, dan masyarakat dapat terpenuhi.
  • Tindakan yang ditujukan untuk memenuhi tujuan keperawatan.


Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Cara Membersihkan Kotoran Telinga







Khaidirmuhaj - Untuk membersihkan kotoran telinga, mungkin anda biasanya menggunakan kapas pembersih (cotton bud). Namun sebaiknya cotton bud hanya digunakan untuk membersihkan lipatan luar telinga.

“Anda perlu hati-hati agar tidak melakukan apa yang saya sebut ‘cari dan hancurkan’, karena Anda bisa saja tanpa sengaja malah mendorong kotoran masuk lebih jauh, atau Anda bisa merusak gendang
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

4 Makanan Terbaik Bagi CATIN Jelang Pernikahan





Menjelang masa pernikahan, kondisi fisik menjadi hal yang banyak diabaikan calon pengantin. Alhasil, pada saat hari H tiba, tak jarang tubuh menjadidrop.

Oleh karena itu, sebelum stamina menurun ketika hajatan penting dihelat, Shape memaparkannya untuk Anda daftar makanan yang dapat dikonsumsi dan bermanfaat untuk membangkitkan tenaga.Berikut adalah 4 makanan yang bermanfaat itu.

1. Oatmeal
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel